
'EntahLah hai JuLy...
Perempuan dari kaum yang ALLah sayangi,,
kau ada pada setiap heLai rintik hujan, ada pada nada syairku..
ada pada Asa-ku, ada pada tiap bait yang aku Panjatkan.
Meski akupun tak begitu tahu akan dirimu..
Yang kutahu adaLah kau pada apa yang engkau katakan
dan pada angan kebaik-kan ku.
Aku mengagumi ketabahanmu JuLy..
aku menyukai semangatmu dan apa yang ada dibaLik ke-Angkuhanmu.
Aku mengasihi kasihsayangmu pada anak-anakmu.
Akupun menyukai kau yang menangis saat kau berpaLing dari kejujuran
dan dengan kesabaran, aku menyukaimu.
Tapi siapaLah aku ini ?,
dapat memintaL buih yang memutih menjadi Permadani ,
sperti kata yang berkiaskan indah... Namun tiada !
Juga mustahiL bagiku menggapai Bintang diLangit itu ,,
jadikan Lantaran, sbagai syarat untuk memiLikimu.
Semua itu sungguh aku tak akan mampu,
siLau aku menduga-nya tLah jatuh cinta..
bagiku, Insan spertimu seanggun Bidadari, mestinya aku Cerminkan diriku inii ;
sebeLum tirai kegamangan aku buka untuk mencintaimu, seorang JuLy..'.
(..demikian cerita perihaL sahabatku itu, Lantas aku membaLasnya puLa) :
'..saLam dariku dan dari rasa terimakasihku, atas setiap apa yang jadi kejujuranmu jua..
Smoga Sang Penggenggam Jiwa Raga,, meLapangkan stiap Langkahmu
tuk rengkuhi impian dan pengharapan akan cinta !
Dan itu ada disana, jauh dari yang terLihat ada padaku'.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar